Pertanyaan pertama banyak kampus adalah berapa biaya SIAKAD. Jawabannya bergantung pada model: berlangganan cloud, membeli lisensi untuk dipasang di server kampus, atau membangun sendiri. Membandingkan harga awal saja menyesatkan, jadi artikel ini memakai hitungan tiga tahun.
Tiga model yang umum
| Model | Pola biaya | Siapa yang mengelola server |
|---|---|---|
| Langganan cloud | Bulanan atau tahunan | Vendor |
| Lisensi on-premise | Beli putus, lalu pemeliharaan tahunan | Kampus |
| Bangun sendiri | Gaji dan waktu tim pengembang | Kampus |
Komponen biaya yang sering terlewat
- Setup dan migrasi data awal. Memindahkan data mahasiswa, kurikulum, dan nilai lama.
- Server dan infrastruktur pada model on-premise: perangkat, listrik, jaringan, dan cadangan data.
- Tenaga yang merawat. Orang yang memantau server, memasang pembaruan, dan menangani gangguan.
- Pembaruan versi dan perubahan aturan pelaporan.
- Pelatihan staf dan dosen.
- Modul tambahan yang tidak termasuk paket dasar.
Contoh hitungan 3 tahun: langganan cloud
Berikut tarif cloud Sisfo Akademik yang dipublikasikan di halaman harga. Tarif mengikuti jumlah mahasiswa aktif menurut PDDikti.
| Mahasiswa aktif | Per bulan | Per tahun (gratis 2 bulan) | 3 tahun, bayar tahunan |
|---|---|---|---|
| Sampai 500 | Rp2.000.000 | Rp20.000.000 | Rp60.000.000 |
| 501 sampai 1.000 | Rp3.000.000 | Rp30.000.000 | Rp90.000.000 |
| 1.001 sampai 2.000 | Rp5.000.000 | Rp50.000.000 | Rp150.000.000 |
| 2.001 sampai 4.000 | Rp8.000.000 | Rp80.000.000 | Rp240.000.000 |
Setup dan migrasi data awal Rp3 juta, gratis bila membayar tahunan. Harga belum termasuk pajak bila berlaku. Tarif ini sudah mencakup hosting, backup harian, pembaruan versi, dan dukungan teknis. Pengguna tidak dibatasi jumlahnya.
Menghitung versi on-premise atau bangun sendiri
Untuk on-premise, harga lisensi dibahas sesuai kebutuhan kampus, sehingga angkanya tidak bisa kami tampilkan di sini. Yang bisa Anda lakukan adalah mengisi kolom berikut dengan angka kampus sendiri, lalu membandingkannya dengan tabel cloud di atas:
- Lisensi atau biaya pengembangan selama tiga tahun.
- Server: beli atau sewa, ditambah listrik dan jaringan.
- Tenaga: berapa persen waktu seorang staf IT yang akan terpakai untuk merawat, dikali gajinya.
- Cadangan data dan pemulihan: perangkat tambahan dan waktu pengujiannya.
- Pemeliharaan tahunan setelah tahun pertama.
Bagi banyak kampus, komponen yang paling sering diremehkan adalah nomor tiga dan empat. Server yang tidak ada orang tetap yang merawatnya adalah risiko terbesar.
Kapan on-premise masuk akal
- Kebijakan kampus mewajibkan data tetap di infrastruktur sendiri.
- Sudah ada tim infrastruktur dengan prosedur cadangan dan pemulihan yang teruji.
- Kampus sudah punya server yang kapasitasnya cukup dan ingin memanfaatkannya.
Kapan cloud lebih masuk akal
- Tidak ada tim infrastruktur tetap.
- Ingin segera berjalan, tanpa menunggu pengadaan server.
- Ingin biaya yang bisa diprediksi tiap bulan atau tahun.
Pindah model di kemudian hari
Pilihan hari ini tidak harus permanen. Tanyakan ke vendor apakah data dan aplikasi bisa dipindahkan dari cloud ke on-premise, atau sebaliknya, dan apakah ada biaya untuk itu. Jawabannya penting untuk kampus yang masih berkembang.
Tentang kami. Situs ini dikelola oleh tim Sisfo Akademik, pengembang SIAKAD. Fitur lengkap ada di halaman fitur dan tarif di halaman harga. Untuk penawaran on-premise atau jumlah mahasiswa di atas 4.000, hubungi kami lewat WhatsApp.